Selasa, 11 Agustus 2009

Mengapa Penis Tidak Bisa Dikendalikan?

0 komentar
KOMPAS.com — Sebagai salah satu organ vital, "barang" pria yang satu ini memang selalu menarik untuk diulik. Sayangnya, dalam beberapa hal, sang pemilik, alias para pria, sering tahu bagaimana atau mengapa suatu hal bisa terjadi pada "junior"-nya.

Tentu Anda masih ingat ketika gairah meluap-luap terkadang junior tetap saja terlelap. Ini karena tidak semua bagian tubuh bisa kita kendalikan, termasuk "si junior".

Penis memang tidak seperti tangan atau kaki yang bisa kita kendalikan. Penis hanya menjawab perintah dari pusat saraf yang tidak selalu berada di bawah kontrol sadar kita. Penis berada di bawah sistem saraf otonom, yang juga mengatur detak jantung dan tekanan darah.

Saat tertidur, penis sering kali mengalami ereksi. Hal ini bukan karena Anda sedang bermimpi erotis karena faktanya, meski Anda mimpi diomeli si bos, "si pedang panjang" tetap terbangun. Ternyata sebabnya adalah karena adanya dorongan dari otak. Olahraga angkat beban atau ketegangan yang membuat pergerakan perut juga bisa menyebabkan junior terbangun.

Kalau si Mr.Happy bisa bangun tanpa perintah Anda, ia pun bisa loyo semaunya. "Penis juga bisa mengecil, terutama akibat udara dingin. Ini karena fungsi ini berada di bawah kendali sistem saraf simpatetik," kata Drogo Montague, MD, ahli urologi dari Cleveland Clinic, AS.

Reaksi stres psikologis juga menyertakan sistem saraf simpatetik dan stres punya pengaruh yang sama terhadap penis, seperti halnya udara dingin. Hal itu dikatakan Montague. Saat Anda merasa rileks dan sedang tanpa beban, penis bisa terlihat lebih besar dibanding saat sedang stres. Dengan kata lain, penis bisa menjadi barometer dari sistem saraf simpatetik.

Read full story

Si Burung Merak Telah Tiada

0 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com — WS Rendra, budayawan dan penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak", meninggal dunia dalam usia 74 tahun, pada Kamis (6/8) malam.

Kabar meninggalnya WS Rendra diperoleh Kompas.com melalui keterangan putrinya, Clara Shinta. Rendra, yang lahir di Solo 7 November 1935, wafat di kediaman putrinya itu yang terletak di Kompleks Perumahan Pesona Kayangan, Depok.

"Bapak meninggal sekitar pukul 20.30 WIB setelah sempat disuapi bubur dan dikasih minum," ungkap Clara.

Menurut penuturan Clara, yang juga dikenal sebagai artis sinetron, ayahnya memang tengah mengalami sakit komplikasi dan sempat dirawat di rumah sakit.

Hingga saat ini, belum ada informasi tentang rencana pemakaman Rendra. Namun, berdasarkan informasi, saat ini juga tengah dilakukan persiapan di Bengkel Teater, Citayam, Depok, untuk menyambut jenazah WS Rendra.

Read full story

Kamis, 06 Agustus 2009

Pistol buatan ITS untuk Tembak Penyusup

1 komentar
Pistol air soft gun type glock 19C buatan mahasiswa PENS ITS (foto: Amir Tejo)
SURABAYA - Pistol air soft gun type glock 19C dibuat sebagai sistem pengaman ruangan. Pistol karya Candra Uji Wira Prakoso, mahasiswa D4 Teknik Informatika PENS ini, menggabungkan ilmu computer vision dengan computer control, dimana kamera seolah-olah dapat melihat dan merespon seketika saat penyusup masuk ke dalam ruangan. Respon yang diberikan adalah langsung menembak penyusup yang datang.
Pistol air soft gun type glock 19C buatan mahasiswa PENS ITS (foto: Amir Tejo)

Alat ini terdiri atas sebuah laptop dan seperangkat pistol yang dilengkapi kamera pengintai di atasnya. Project tugas akhir dengan judul 'Simulasi Penembak Jitu dengan Metode Colour Tracking' bekerja dengan cara memindai gambar dan mengambil informasi dari gambar yang tertangkap kamera. Gambar tersebut mensimulasikan orang-orang tertentu yang dianggap penyusup. "Alat akan terus mengejar dan menembak hingga penyusup roboh," jelas Candra saat dihubungi okezone, Kamis (06/08/2009). Penyusup kali ini direpresentasikan oleh beberapa objek yang memiliki warna yang berbeda, misalnya merah, hijau dan biru. Prinsip kerjanya pun cukup sederhana, namun tidak sesederhana saat membuatnya. Pasalnya, dibutuhkan waktu antara 3 hingga 4 bulan untuk membuat seperangkat alat ini. Belum lagi harus mencari solusi untuk mengantisipasi faktor cahaya yang dapat mempengaruhi perubahan warna. Lebih jauh lagi, alat ini dapat lebih disempurnakan dengan cara mengganti motornya dengan motor crop. "Tujuannya adalah agar gerak kamera dapat lebih cepat saat mengintai," jelas Candra. Selain itu ke depan, pemindaian penyusup dapat diganti dengan pengenalan wajah maupun gerakan dalam suatu ruangan. Aplikasi alat ini akan sangat membantu instansi-instansi yang ingin menjaga ruangannya agar lebih aman. Terlebih masih hangatnya kasus pencurian, perampokan hingga terorisme yang membuat pemerintah dan masyarakat harus lebih waspada. Bimbingan Setiawardhana ST dan Rizky Yuniar Hakkun, SKom ini harus mengeluarkan kocek antara 3 hingga 4 juta untuk membuat Gunner Bot (istilah untuk pistol, red). Setidaknya, sejumlah uang telah ia dapat karena melalui alat tembak jitunya Candra berhasil meraih juara II dalam Lomba Tugas Akhir Mahasiswa yang diselenggarakan di PENS. (srn)

Read full story

Selasa, 04 Agustus 2009

Mbah Surip Mbahnya Indonesia

0 komentar
Mbah Surip alias Urip Ariyanto, nyentrik dan ciri khas rambut gimbalnya membuat pak tua dengan gelar master filsafat ini bikin booming. Lagu Tak Gendong yang lagi rame di kancah musik, membuat nama nama Mbah Surip ini semakin dikenal.
Profil : Nama Lengkap : Urip Ariyanto Nama Beken : Mbah Surip Tempat Lahir : Mojokerto, Jawa Timur Tanggal Lahir : 5 Mei 1949 Gelar Pendidikan : Drs, Insinyur dan MBA Resep sehat : Jangan makan yang nggak kamu sukai dan bergaullah dengan orang yang kamu sukai. Pekerjaan lama : Engineer di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain2 Makanan Favorit : Perkedel kentang Minuman Favorit : Kopi hitam Aliran Musik : Reggae Kisah Mbah Surip
Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur, dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, beliau memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA. Selain sebagai penyanyi, beliau pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California. Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.
Perjalanan Musik Mbah Surip Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Mbah Surip tampil juga lewat video klip “Witing Trisno” karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani “Gitar Bolong” nya, menyanyi dengan gaya-nya yang khas; kocak, gila, dan bebas ekspresi. Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut. Bahkan terkadang Mbah Surip bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos. Hasilnya Mbah Surip mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu “minta ongkos pulang”. Dalam lagu tersebut Mbah Surip bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran. Pada bait akhir lagunya mbah Surip meminta sesuatu kepada yayangnya (panggilan Mbah Surip kepada pacarnya dalam lagu tersebut), Yang, boleh ga aku pegang tanganmu ?.. boleh, boleh boleh.. Yang, boleh ga aku cium kamu ?, ..boleh, boleh boleh… Yang, boleh ga aku minta ongkos pulang ?,… boleh, boleh boleh…
Selain lagu Hit Tak Gendong lagu Mbah Surip lainnya sudah sangat dekat dan bersahabat di telinga Cak Nun dan jamah kenduri cinta, diantaranya: “Bangun Tidur, atau Turunkan harga minyak angin”. Mbah Surip selalu menghadirkan kegembiraan dalam setiap tarikan napasnya. Bahkan ia tidak sakit hati terhadap setiap olok-olok yang ditujukan kepadanya. Semua ditanggapi dengan tawa, hah..hah..hah..hah…. Malah lalu ia akan katakan, ”I love you full… hah..hah..hah..hah….” Seharusnya lebih banyak lagi manusia seperti Mbah Surip itu di negeri ini, manusia yang penuh cinta. Memandang segala sesuatu bukan berdasarkan nafsu dan kepentingan pribadi semata, tetapi memandang dan memperlakukan segalanya dengan sesuatu yang paling hakiki: cinta. Dialah pejuang cinta, manusia cinta. Hah..hah..hah..hah… I love you full! Lagu-lagu Mbah Surip begitu sederhana, tetapi selalu kontekstual dan mengena. Coba simak syair lagu “Tak Gendong” :
Tak gendong ke mana-mana Tak gendong ke mana-mana
Enak donk, mantep donk Daripada kamu naik pesawat kedinginan Mendingan tak gendong to Enak to, mantep to Ayo.. ke mana Tak gendong ke mana-mana Tak gendong ke mana-mana Enak tau Where are you going? Ok I’m Where are you going?
Ok my darling Ha…ha… Tak gendong ke mana-mana Tak gendong ke mana-mana Enak donk, mantep donk Daripada kamu naik taksi kesasar Mendingan tak gendong to Enak to, mantep to Ayo.. mau ke mana Tak gendong ke mana-mana Tak gendong ke mana-mana Enak tau Where are you going? Ok I’m Where are you going? Ok my darling // Ha.. ha… Tak gendong ke mana-mana Enak tau Ha.. ha… Ha.. ha… Ha.. ha…… Capek…..
Dalam lagu itu tergambar betapa Mbah Surip bersedia untuk “menggendong”, menolong yang lemah dan butuh tumpangan, membantu yang jatuh, mengangkat yang nista, untuk kemudian memanusiakannya. Simak juga syair lagu Mbah Surip yang lain : (“Bangun Tidur”) Hey bangun kerja
Ha ha ha ha ha Ha ha ha ha ha Ok I love you full Bangun tidur tidur lagi Bangun lagi tidur lagi Bangun… tidur lagi Ha ha ha ha Bangun tidur tidur lagi Bangun lagi tidur lagi Bangun… tidur lagi Ha ha ha ha Habis bangun terus mandi Jangan lupa senam pagi Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha Barang siapa yang ingin hidup Awet muda, bahagia di dunia ini Kurangi tidur banyakin ngopi Ha ha ha ha I love you full Bangun tidur tidur lagi Bangun lagi tidur lagi Bangun… tidur lagi Ha ha ha ha Bangun tidur tidur lagi Bangun lagi tidur lagi Bangun… tidur lagi Ha ha ha ha Habis bangun terus mandi Jangan lupa senam pagi Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha Habis bangun terus mandi Jangan lupa senam pagi Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha Kalau lupa… tidur lagi Ha ha ha ha
Ini sebuah sindiran tentang “kita” yang terlelap dalam tidur berkepanjangan. Seharusnya kita sudah bangkit dan berbuat sesuatu yang berguna, tetapi kita memilih tidur....tidur dan tidur lagi. Mbah Surip menyadari sepenuhnya bahwa perubahan tidak akan tercipta dengan kemalasan, sedangkan kemalasan telah menjadi karib kita. Mbah Surip gelisah, tapi tetap saja di akhir lagu ia tertawa, hah..hah..hah..hah… I love you full…! itulah si Misterius Mbah Surip yang selalu tertawa lebar dalam kondisi apapun.
Foto- foto Mbah Surip
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
Selamat Jalan Mbah Surip
Kelelahan untuk sementara diduga sebagai penyebab meninggalnya Mbah Surip. Sehari sebelum meninggal, penyanyi berambut gimbal itu sempat memeriksakan kondisi fisiknya ke dokter. Mbah Surip kemudian menginap di rumah pentolan grup lawak Srimulat itu di Kampung Makassar, Jakarta Timur. Sampai pagi ini pelantun lagu reggae “Tak Gendong” itu masih terlihat sehat bahkan sempat sarapan bersama. Menjelang kematiannya, Mbah Surip telah mengeluh bahwa badannya letih. Namun ia menolak dibawa ke rumah sakit karena takut dikerubuti penggemarnya.“Aku capek, tapi tidak mau ke rumah sakit. Aku nggak mau dikejar dikerubuti penggemar,” demikian ujar kerabat Mbah Surip, Mamiek ‘Srimulat’ meniru ucapan pelantun ‘Tak gendong ke mana-mana’ itu ketika memberi keterangan kepada ‘Insert’ Trans TV, Selasa (4/8/2009). Mamiek tahu persis kondisi penyanyi berambut gimbal itu, termasuk kata terakhir yang diucapkan oleh Mbah Surip. “Berulang-ulang dia bilang I love you full,” kata Mamiek Prakoso melalui telepon. Mamiek menceritakan, dia sempat dipanggil kerabatnya agar masuk ke dalam karena didapati kondisi Mbah Surip tengah meracau ‘I Love You Full’ dengan air liur berleleran di mulut.
Menurut kabar berita, mbah surip meninggal akibat serangan jantung dan dehidrasi. Sosok Mbah Surip terbilang fenomenal. Maka tak heran, kabar kematian penyanyi berambut gimbal yang tengah berada di puncak popularitas ini menjadi topik panas di mana-mana, termasuk di Twitter. Saking panasnya Twitter mengenai Mbah Surip, topik ini berhasil nangkring di urutan trending topics (daftar topik yang paling ramai dibicarakan di Twitter tanpa batasan region). Topik Mbah Surip melesat naik menjadi nomor satu. Hadirnya Mbah Surip, berhasil ‘menendang’ topik King of Pop itu keluar dari daftar.
Read full story

Sabtu, 01 Agustus 2009

SURAT BUAT TERORIS

0 komentar

Kepada Teroris Yang Biadab

Pertama-tama aku ingin menyampaikan persembahkan kutukan padamu sebuah kematian yang sia-sia, bahkan kutukan dari semua orang yang melaknatmu. Wahai Teroris yang Biadab, engkau sungguh keji, engkau mengatasnamakan Islam untuk membunuh, engkau mengatasnamakan Jihad dengan memberi gelar Yatim dan Piatu kepada seorang anak.

Sadarlah wahai teroris yang biadab bahwa jalanmu itu salah, kalaulah langkahmu itu benar menurut kamu, yang benar yang mana? Justru itu berakibat tidak baik bagi umat banyak, hal yang tidak baik itu tidak disukai Allah SWT.

JIHAD, mati dalam berjihad adalah jaminan masuk Surga. Memang dulu Rossulullah berjihad….berperang tapi berperang untuk apa?……untuk siapa?….melawan siapa?….dimana perangnya? dan lagipula peperangan itu tidak mengorbankan umat lain selain yang berperang, sedangkan kau menebarkan Bom disana-sini dinegeri sendiri mengorbankan orang lain yang tidak ikut dalam peperanganmu, maaf….kalau menurut aku, kau ini hanyalah teroris pecundang, ibarat main bola kau teroris jago kandang, atau mungkin julukanmu diganti aja jadi teloris tukang telor sana-sini, atau tukang bagi-bagi telor sana-sini itu mungkin lebih baik daripada nebar Bom.

PERANG, wahai teroris yang bodoh….boleh kau menganggap tindakan peneboman bunuh diri itu adalah wujud dari perangmu, jihadmu tapi jihadmu bertujuan untuk apa?….untuk siapa?….melawan siapa?….mengorbankan siapa….dimana kau berperang?…dan kau yakin masuk surga?. (ingat yang menentukan kau masuk surga atau neraka hanya Allah bukan pimpinanmu). Memang aku awam mengenai paham dan ideologimu, tapi kalau menurut aku, kau hanya orang-orang yang bodoh yang egois hanya ingin menunjukkan eksistensinya saja, mungkin kau melakukan tindakan ini hanya untuk dirimu sendiri yang frustasi ingin masuk surga…payah. Mungkin lebih baik kau berjuang, berperang mempertahankan ajaran agama Islam.

JIHAD, wahai teroris yang bodoh dan egois….perlu engkau ketahui dan kau tanamkan kedalam otakmu bahwa masih banyak jalan untuk berjihad tanpa harus membunuh orang lain. Berjihad, bekerja dan berjalan dijalan Allah dengan ikhlas, sebagai contoh: kita bekerja menafkahi anak dan istri, itu adalah kewajiban dan merupakan jalan Allah. Berdakwah itu juga termasuk bekerja dijalan Allah. Mengangkat derajat anak Yatim Piatu juga termasuk bekerja dijalan Allah dan masih banyak lagi.

Penulis,18 Juli 2009

Read full story

KPU dibubarkan

0 komentar
DPT bermasalah, Kartu suara bermasalah banyak kasus kartu suara sudah tercontreng, ada pula kotak suara yang rusak. Melihat kinerja KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang sudah tidak efektif dan tidak maksimal lagi, ada tanggapan bahwa KPU lebih baik dibubarkan dan di bentuk kembali menjelang pemilu depa dengan nama dan struktus organisasi yang baru, misalnya PPU (Panitia Pemilihan Umum). KPU yang dulu sedikit berbeda dengan KPU sekarang, kalau dulu mungkun memang bener-bener sebuah komisi tapi kalau sekarang bener-bener hanya ngambil komisinya doank.
Read full story
 

Hello

Salam Sejahtera bagi para penulis dan pembaca yang budiman

About Me

Foto saya
Tulisan apa yang saya ketahui, apa yang saya lihat, dan semua yang apa saya rasakan

Pengikut

Asyik Menulis ©2008 Business Ads Ready